Jumat, 01 Agustus 2014

Contoh Pidato tentang Hari Raya Idul Adha

Contoh Pidato Idul Adha | Idul Adha Wujud Keikhlasan Tak Tertandingi  - Kumpulan Contoh Pidato Lengkap

Allahu Akbar- ALLahu Akbar- Allahu Akbar – WaliLlahil Hamd.
Jama’ah Idul Adha yang senantiasa mengharapkan ridha Allah swt.
Alhamdulillah, tentu merupakan satu kenikmatan dan kebahagiaan yang tiada terhingga bahwa pada hari ini kita merayakan hari raya Idul Adha, hari raya terbesar bagi umat Islam yang bersifat internasional, setelah dua bulan sebelumnya kita merayakan hari raya Idul Fithri. Pada hari ini sekitar tiga juta umat Islam dari beragam suku, bangsa dan ras serta dari berbagai tingkat sosial dan penjuru dunia berkumpul dan berbaur di kota suci Makkah Al-Mukarramah untuk memenuhi panggilan Allah menunaikan ibadah haji: “Dan serulah manusia untuk menunaikan ibadah haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh“. (Al-Hajj: 27)
Hari raya Idul Adha juga merupakan hari raya istimewa karena dua ibadah agung dilaksanakan pada hari raya ini yang jatuh di penghujung tahun hijriyah, yaitu ibadah haji dan ibadah qurban. Kedua-duanya disebut oleh Al-Qur’an sebagai salah satu dari syi’ar-syi’ar Allah swt yang harus dihormati dan diagungkan oleh hamba-hambaNya. Bahkan mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah merupakan pertanda dan bukti akan ketaqwaan seseorang seperti yang ditegaskan dalam firmanNya: “Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati”. (Al-Hajj: 33) Atau menjadi jaminan akan kebaikan seseorang di mata Allah seperti yang diungkapkan secara korelatif pada ayat sebelumnya, “Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Tuhannya”. (Al-Hajj: 30)
Kedua ibadah agung ini yaitu ibadah haji dan ibadah qurban tentu hanya mampu dilaksanakan dengan baik oleh mereka yang memiliki kedekatan dengan Allah yang merupakan makna ketiga dari hari raya ini: “Qurban” yang berasal dari kata “qaruba – qaribun” yang berarti dekat. Jika posisi seseorang jauh dari Allah, maka dia akan mengatakan lebih baik bersenang-senang keliling dunia dengan hartanya daripada pergi ke Mekah menjalankan ibadah haji.
Namun bagi hamba Allah yang memiliki kedekatan dengan Rabbnya dia akan mengatakan “Labbaik Allahumma Labbaik” – lebih baik aku memenuhi seruanMu ya Allah…Demikian juga dengan ibadah qurban. Seseorang yang jauh dari Allah tentu akan berat mengeluarkan hartanya untuk tujuan ini. Namun mereka yang posisinya dekat dengan Allah akan sangat mudah untuk mengorbankan segala yang dimilikinya semata-mata memenuhi perintah Allah swt.

Allahu Akbar- ALLahu Akbar- Allahu Akbar – WaliLlahil Hamd.
Kini hal-hal yang menyangkut pengorbanan telah banyak yang hilang digantikan dengan spirit mengabdi kepada motif mendapatkan keuntungan setinggi-tingginya. Semua dilakukan dengan pamrih yang kian lama kian menjauhkan individu dari ikatan-ikatan sosial. Idul Adha mengandung spirit untuk menautkan kembali ikatan-ikatan yang telah terlepas itu.

Karena itu, spirit yang terlahir sekian ratus tahun lalu itu menjadi sangat relevan hingga hari ini. Dalam konteks Indonesia, semangat ini bahkan telah menjadi sebuah urgensi. Banyak persoalan bangsa muncul akibat lemahnya spirit untuk berkorban bagi orang lain, spirit untuk berkorban bagi sesama.

Yang jauh lebih menonjol dalam kehidupan sehari-hari sekarang adalah semangat untuk menang sendiri, kaya sendiri, berkuasa sendiri, dan benar sendiri. Spirit seperti ini sudah barang pasti tak menghiraukan penderitaan sesama.

Korupsi, kolusi, dan konspirasi adalah fenomena yang terlahir dari dominasi tata nilai seperti itu. Dan menjadi sebuah kelaziman bila sebagai dampaknya lahirlah penyakit-penyakit sosial. Seperti kemiskinan, kebodohan, kejahatan, keterbelakangan, dan ketertindasan.

Adalah saat yang tepat bagi bangsa ini untuk mengambil hikmah atas hakikat Idul Adha. Tepat karena bangsa ini masih berkubang dalam krisis setelah terpuruk hampir satu dekade. Tepat pula karena di seluruh penjuru negeri kian banyak saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang membutuhkan uluran tangan akibat kehidupan yang serbakekurangan.

Korban tsunami di Aceh dan Sumatra Utara masih banyak yang didera nestapa. Juga korban gempa di Yogyakarta dan Jawa Tengah, korban banjir di Sumatra, dan korban lumpur panas di Sidoarjo. Semua kenestapaan itu menunggu pengamalan atas spirit yang membebaskan

Hadirin wal Hadirat RahimakumuLlah.
Demikian sungguh pelajaran yang sangat berharga. Kita selaku generasi masa kini telah berhutang budi kepada generasi-genersai sebelumnya dalam seluruh apa yang kita ni`mati saat ini sebagai hasil dari pengorbanan, perjuangan dan sikap mereka yang mendahulukan kepentingan orang lain. Maka sepatutnyalah jika kita melanjutkan rangkaian pengorbanan mereka itu sehingga kita dapat menyampaikan keni`matan ini kepada generasi berikutnya seperti yang telah dilakukan oleh generasi sebelum kita. Akankah generasi kita saat ini mampu menghargai makna pengorbanan dan mendahulukan kepentingan orang lain? Apakah generasi kita mampu mempertahankan akhlak luhur seperti ini yang memang telah diperintahkan oleh Allah swt?. “Dan orang-orang yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Al Hasyr: 9)
Disini hari raya Idul Adha kembali hadir untuk mengingatkan kita akan ketinggian nilai ibadah haji dan ibadah qurban yang sarat dengan pelajaran kesetiakawanan, ukhuwwah, pengorbanan dan mendahulukan kepentingan dan kemaslahatan orang lain. Semoga akan lahir keluarga-keluarga Ibrahim berikutnya dari bumi tercinta Indonesia ini yang layak dijadikan contoh teladan dalam setiap kebaikan untuk seluruh umat.
Baca Selengkapnya → Contoh Pidato tentang Hari Raya Idul Adha

Contoh Naskah Pidato Memperingati HUT Kemerdekaan Indonesia I 17 Agustus 1945

Berikut Contoh Pidato tentang Kemerdekaan, - Kumpulan Contoh Pidato Lengkap


Assalamualaikum Wr. Wb

Yang terhormat Bapak ...
Yang terhormat Bapak Ketua RW ...
Yang terhormat Bapak Ketua RT ...
Dan hadirin sekalian yang kami muliakan!

Merdeka! Merdeka! Merdeka!

Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya, pada hari ini kita semua masih diberi kesempatan untuk ikut serta memeriahkan acara hari ulang tahun kemerdekaan Negara Republik Indonesia yang ke-65 dalam keadaan sehat wal-afiat.

Selanjutnya dengan memperingati hari ulang tahun kemerdekaan kita ini kami berharap, semoga kita lebih meningkatkan rasa cinta kita pada tanah air dan bangsa, lebih meningkatkan daya juang kita terhadap bangsa dan negara, lebih mempersatukan jiwa dan segenap raga kita untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

Hadirin sekalian yang berbahagia, jika kita kenang perjuangan para pahlawan tahun 1945 maka terlintas jelas di benak kita bahwa semangat pertempuran yang bagaikan api yang tak kunjung padam itu begitu hebat menyatu pada jiwa para pahlawan pejuang 45 itu. Namun demikian tak kalah pentingnya dengan peran kita semua sekarang ini. Perjuangan belumlah selesai. Korban telah banyak berjatuhan maka marilah kita tingkatkan terus jiwa dan semangat 45, dengan mewujudkan jiwa pembangunan yang tangguh.

Kemakmuran berdasarkan keadilan dan Ketuhanan Yang Maha Esa belum kita capai. Untuk itu masih banyak yang harus kita perjuangkan. Kemerdekaan sebagai warisan para pahlawan kita ini hendaknya kita isi dengan jiwa pembangunan tanpa mengenal kepentingan pribadi terlebih dahulu.

Jiwa dan semangat 45 ialah jiwa dan semangat kebersamaan. Jiwa yang mendahulukan kepentingan bersama di atas kepentingan golongan. Untuk itu pula maka kita wajib menigkatkan rasa solidaritas berbangsa dan bernegara. Persatuan dan kesatuan nasional lebih di atas kepentingan kita secara pribadi dan golongan. Tumbuhkan terus semangat kebersamaan dalam memperjuangkan cita-cita kemerdekaan.

Insya Allah harapan bangsa Indonesia mencapai kehidupan yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dengan ridla Allah Subhanahu wa Ta’ala tercapai dengan menumbuhkan semangat persatuan dan kesatuan nasional Indonesia. Amin, amin, yaa robbal ‘alamin.

Akhirul kata, selamat berjuang, selamat membangun bangsa dan negara kita tercinta ini.

Dirgahayu Indonesiaku! Merdeka!
Wassalamualikum Wr. Wb
Baca Selengkapnya → Contoh Naskah Pidato Memperingati HUT Kemerdekaan Indonesia I 17 Agustus 1945

Kamis, 24 Juli 2014

Contoh Pidato Generasi Pemuda Masa Depan Bangsa

Berikut Contoh Pidato tentang Pemuda, - Kumpulan Contoh Pidato Lengkap


Asslamualaikum wr.wb

Dewan juri yang saya hormati

Dan teman-teman sekalian yang saya banggakan

Puji dan syukur kita panjatkan khadirat allah swt karena berkat rahmat dan hidayahnyalah sehinggah kita bisa berada di tempat ini.salam dan sholat lawat tetap tercurahkan kepada baginda nabi muhammad saw nabi yang telah membawa begitu banyak perubahan di muka bumi ini.

Pada kesempatan kali ini saya akan berbicara sedikit mengenai “muharram dan kebangkitan generasi muda islam”. Berbicara mengenai muharram dan generasi muda islam merupakan hal yang sangat urgent atau penting untuk di perbincangkan mengapa ? karena hal ini menyangkut tentang bagimana nasib dari agama dan bangsa ini di masa yang akan datang. Ada sebuah kutipan singkat yang memiliki makna begitu luar biasa “Berikan aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya … Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia” sebuah ungkapan yang pernah di sampaikan oleh bung karno seorang orator ulung yang sudah di kenal dunia kebanggan bangsa indonesia.

Hadirin sekekalian yang saya hormati

Jika kita melirik dari ungkapan singkat yang di utarakan oleh bung karno dapat kita lihat jelas betapa pentingnya arti dan peran pemuda bagi bangsa dan negara ini. Betapa di harapakannya mereka untuk mampu mendongkrak bangsa ini ke era yang lebih baik. Oleh karena itu melalui moment penyambutan muharram ini mari saling bergandeng tangan dan saling

untuk terus maju dan maju. Jadikan awal tahun baru islam ini sebagai momentum awal dari kebangkitan generasi muda islamin, kebangkitan dari keterpurukan moral,keterpurukan jiwa dan keterpurukan hati.Mari wujudkan kehidupan yang damai dan tentram tanpa adanya perselisihan.

Hadirin sekalian yang saya hormati

Kesempatan yang sama tidak akan pernah datang untuk yang kedua kalinya hanya sekali dalam hidup seseorang menjadi pemuda lakukanlah semua hal yang ingin diperbuat jangan pernah gentar karena nasib agama dan bangsa di masa depan kini ada di pundak para pemuda saat ini . Tidak akan berubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu sendiri merubah nasibnya itulah kalimat yang sangat sering terngiang di telinga kita semua. Akan kah itu hanya menjadi sebuah kalimat saja? Itu tergantung dari bagaimana respon para pemuda melihat perkembangn bangsa ini. Tahukan anda siapa pemuda yang dari tadi saya maksudkan itu ? tak lain dan tak bukan adalah kita semua para pelajar bangsa indonesia yang sedang genjar-genjarnya menuntut ilmu belajar siang dan malam untuk kelulusan dalam suatu ujian tetapi jika ilmu yang kita tuntut selama ini hanya di pergunakan saat ujian itu sama hal nya semua yang kita lakukan sia-sia. Gunakanlah ilmu yang kalian miliki untuk kemaslahatan bersama. Lakukan semua hal yang kalian ingin lakukan jangan pernah takut dengan apapun, “siapa yang ingin mutiara maka dia harus berani terjun ke lautan yang dalam” ini sama artinya bahwa kita sebagai pemuda jika ingin memajukan bangsa harus berani untuk mengambil resiko asalkan itu tidak bertentangan dengan nila-nilai keagamaan dan norma-norma hukum. Segala ilmu yang dimiliki akan berguana jika di landasi oleh iman dan takwa. agama tanpa ilmu maka akan pincang namun ilmu tanpa agama akan buta. Oleh karena itu kedua hal ini harus saling beriringan agar dapat saling mengimbangi satu sama lain sehinggah tidak menimbulkan hal-hal yang tidak di inginkan kita bisa mengambil contoh seorang terosis bukanlah orang bodoh melainkan orang yang sangat pintar karena bisa merakit bom dengan baik namun karena dia tidak mempunyai landasan iman yang kuat sehinggah kecerdasan yang mereka miliki akhirnya menimbulkan sesuatu yang berbahaya.

Hadirin sekalian yang saya hormati

Oleh karena itu kita sebagai pemuda harus bisa menyadari bahwa kita adalah harapan kita adalah masa depan dan kita adalah penentu maka dari itu mulai saat ini kita harus berhenti utuk bersantai dan mulailah bergerak untuk berbuat sesuatu, jangan pernah menyerah karena sebuah keberhasilan tidak bisa di dapatkan secara instant semua hal butuh proses dari proses itu kita bisa belajar untuk membenahi di mana titik-titik kelemahan selama ini sehinggah kita mampu meminimalisirnya. Dan jalan menuju keberhasilan akan terbuka lebar.

Kita hanyalah manusia bisa tetapi kita adalah seseorag.kita tidak dapat melakukan segala hal tetapi kita dapat melakuakn sesuatu. Jangan pernah menolak untuk melakukan sesuatu yang dapat kalian lakukan.

Demikian yang dapat saya sampaikan mohon maaf bila ada kata yang salah karena semua kesalahan bersumber dari saya dan kebenaran hanya datang dari allah swt

Wabillahi taufik walhidayah wassalamu alaikum wr wb
Baca Selengkapnya → Contoh Pidato Generasi Pemuda Masa Depan Bangsa

Rabu, 23 Juli 2014

Contoh Pidato Islam Rahmat bagi Seluruh Alam

 Berikut Contoh Pidato tentang Islam Rahmat Seluruh Alam, - Kumpulan Contoh Pidato Lengkap

 

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

 اَلْحَمْدُ ِللهِ الْمَلِكِ الْحَقِّ الْمُبِيْنِ، الَّذِي حَبَانَا بِالْإِيْمَانِ واليقينِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد،ٍ خَاتَمِ الأَنْبِيَاءِ وَالمُرْسَلِين، وَعَلَى آلِهِ الطَّيِّبِيِن، وَأَصْحَابِهِ الأَخْيَارِ أَجْمَعِين، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ

Yang terhormat bapak Alim Ulama’, bapak Kyai yang saya ta’ati petuah-petuahnya
Dewan juri, para hadirin serta teman-teman yang berbahagia
Puji syukur kahadiraot Allah Swt, karena atas izin Allah Swt lah saya bisa berdiri di tempat yang agung ini.  Amin.
Sholawat serta salam semoga  tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, karena beliaulah kita dapat merasakan betapa nikmatnya Iman dan Islam.
Hadirin yang saya hormati…………
Pada kesempatan baik ini, saya akan mengambil tema “ISLAM RAHMAT BAGI SELURUH ALAM”

Hadirin yang berbahagia…………
Islam ! …….Islam artinya pas…pasrah, berserah diri kepada Al…Allah.
Agama Islam merupakan agama yang dibawakan oleh Nabi Mu….Muhammad SAW. Dengan Al-Qur’an sebagai kitabnya. Dan risalahnya merupakan penyempurna dari ajaran sebelum….nya.
Apa…. maksud Islam Rahmat bagi seluruh alam……hadirin? sesungguhnya… hal itu merupakan cerminan dari Suri Tauladan bagi pembawa risalah…..nya yaitu….. Rasulillah Muhammad SAW yang penuh kasih sayang untuk umat maupun alam se…semesta.
Hadirin yang dimulyakan Allah SWT……….
Sifat pengasih ini…lah! yang mencerminkan risalah kerasulan beliau sebagai Rahmatan……lil…lil ‘Alamiin, Rahmat bagi seluruh a…alam.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Ambiya’ ayat 107 :
“Dan tiadalah Kami mengutusmu, melainkan untuk (menjadi) Rahmat bagi semesta alam”
Itulah sebabnya! mengapa..! Islam Rahmat bagi seluruh a…alam.
Hadirin yang berbahagia…………..
Sifat kasih sayang! yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW. Sungguh! luar biasa.
  1. Be..liau merukunkan! umat islam dengan umat agama lain, sehingga… umat agama lain merasa terayomi
  2. Beliau melarang umatnya mengencingi tempat tinggal binatang, misalnya lubang semut
  3. Beliau mengasihi orang yang telah membenci bahkan orang yang hendak mebunuhnya.
Seperti Da’tsur, yang ingin membunuh Rasulullah.
Pada saat itu, pelan-pelan Da’tsur mendekati Rasulullah dengan muka garang dan secara tiba-tiba menghardik keras.
“Hai Muhammad, sekarang kau sendiri, siapa yang akan menolongmu ?”  hardik Da’tsur sambil mmenghunus pedang diacungkan kepada Rasulullah.
“Penolongku Allah Swt !” Jawab Rasulullah dengan tenang
“Siapa ?”
“Allah Swt……!
Da’tsur tiba-tiba menggigil. Tangannya lemas! dan terlepaslah pedang digenggamannya. Perlahan Rasulullah mengambil pedang Da’tsur dan mengacungkan ke leher Da’tsur.
“Sekarang siapakah yang menolongmu Da’tsur ?”
Tak seorangpun hai Muhammad yang menolongku !” jawab Da’tsur dengan terbata-bata.
Da’stur sangat ketakutan dan lemas, keringatnya bercucuran.
Nah, bagaimana selanjutnya hadirin…………..!
Dibunuhkah Da’stur oleh Rasulullah hadirin? Tidak ! hadirin…. Rasulullah mengembalikan pedang Da’stur seraya memberi ma’af. Da’stur hera…n! terkagum-kagu…m!, Sungguh! luar biasa, mulianya pribadi Rasulullah!
Dan masih banyak lagi contoh sifat kasih sayang Nabi Muhammad sebagai Rahmatan Lil  ‘Alamiin.
Hadirin yang berbahagia……!
Semoga risalah kasih sayang Nabi Muhammad SAW, menjadi Uswatun Hasanah bagi umat seluruh alam semesta. Amin.
Bila ada tutur kata saya yang kurang berkenan di hati, saya secara pribadi mohon ma’af keikhlasan hati untuk mema’afkan. Sekian terima kasih.
Akhirul Kalam Ihdinassirotolmustaqiim
Baca Selengkapnya → Contoh Pidato Islam Rahmat bagi Seluruh Alam

Contoh Pidato Membangun Generasi Muda Islami

MEMBANGUN GENERASI MUDA INDONESIA YANG LEBIH BERKUALITAS DAN BERAHLAKUL KARIMAH  - Kumpulan Contoh Pidato Lengkap
Assalamu alaikum warohmatulahi wabarokatuh.
Alhamdulillah. Innal hamda lillah. Nahmaduhu wanastainuhu, wanastaghfiruhu, wa naudzubillahi min sururi anfusina, wamin sayyiati a’malina, mayyahdilahu falaa mudhilallah. Wa mayyudlilhu falaa hadiyallah. Qoola Rasulullahi shallallahu alaihi wasallam, “Innama buitstu liutamimma makaarimal ahlak.” Amma ba’du.
Dewan Juri dan Hadirin Rohimakumullah,
Sejenak marilah kita bersama menundukkan kesombongan dan keangkuhan kita, di hadapan Allah Yang Maha Rahman dan Rahim, seraya memanjatkan rasa syukur Alhamdulillahi Robbil Alamin, atas segala rahmat, karunia, dan maghfiroh-Nya sehingga kita dapat berkumpul di majelis yang insyaallah dipenuhi berkah ini.
Shalawat serta salam, semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW yang telah membimbing kita semua dari alam jahiliyah menuju dunia yang penuh cahaya kebenaran, cahaya Islamiyah.
Dewan Juri dan Hadirin yang Dirahmati Allah,
Akhir-akhir ini di hadapan kita sering dipajankan berbagai berita tentang dekadensi moral, penurunan akhlak di kalangan generasi muda dan para pemimpin bangsa. Kebejatan moral menjadi hidangan setiap hari. Para pejabat korupsi, berselingkuh dengan dalih nikah siri, premanisme merajalela,  begitu pun penyalahgunaan narkoba. Kesesatan seperti yang dipertontonkan Eyang Subur seakan menjadi tuntunan, yang tak perlu dirisaukan apalagi dihentikan.
Astaghfirullahal adhiem.
Sungguh, saat ini kita berada dalam zaman yang secara jelas digambarkan  Allah  dalam surat Maryam ayat 59 yang berbunyi:
Artinya:
Maka datanglah sesudah mereka pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.
Yang dimaksud “pengganti” dalam ayat ini adalah umat Islam setelah wafatnya  Rasulullah. Yaitu suatu generasi yang perilakunya menyimpang dari jalan yang lurus, meninggalkan ajaran yang dibawa para Rasul sebelumnya sehingga mereka tidak lagi mengerjakan salat dan selalu memperturutkan kehendak hawa nafsu dan dengan terang-terangan melanggar larangan Allah seperti meminum minuman keras, berjudi, berzina, dan mengadakan persaksian palsu. Mereka ini diancam oleh Allah dengan ancaman yang keras, kepada mereka akan ditimpakan kecelakaan dan kerugian baik di dunia maupun di akhirat. 
Kini, alangkah mudahnya kita temukan orang-orang di sekitar kita, saudara-saudara kita sesama muslim yang menyimpang dari jalan yang lurus, meninggalkan ajaran yang dicontohkan Rasulullah.Yang lebih mengerikan lagi, secara tidak kita sadari, semakin hari kita semakin membiarkannya, kita semakin lama semakin bersikap permisif dan pasif. Menganggap segala kemunkaran itu sebagai hal yang biasa, yang harus diterima, karena kita tidak lagi sanggup berbuat apa-apa. Istilahnya, nafsi nafsi, urusanku urusanku sendiri, urusanmu urusanmu sendiri. Jangan ikut campur. Bahkan tidak sedikit di antara kita pelan-pelan terseret mengikuti arus kesesatan ini.
Sungguh sangat ironis. Di tengah-tengah gencarnya syiar Islam, di tengah-tengah banyaknya pengajian massal yang dihadiri ribuan, bahkan puluhan ribu orang, kemunkaran semakin jelas-jelas dipertontonkan. Tentang kondisi ini, Uqbah bin `Amir meriwayatkan Sabda Rasulullah SAW yang artinya:
"Akan rusak binasalah sebahagian dari umatku yaitu "Ahlul Kitab" dan "Ahlullaban" Aku bertanya siapakah "Ahlul Kitab" wahai Rasulullah? Mereka ialah orang-orang yang mempelajari Alquran untuk berdebat dengan orang-orang mukmin. Lalu siapa pula "Ahlullaban" itu? Rasulullah menjawab, mereka ialah orang-orang yang memperturutkan hawa nafsu dan meninggalkan salat". (H.R. Ahmad dan Hakim) 
Ya… kita semua menjadi saksi, bahkan mungkin menjadi pelaku “ahlullaban” ini, menjadi orang-orang yang mengetahui dan menguasai ilmu agama sesuai Alquran dan  Al hadis, tetapi tidak mengamalkannya; kita hanya menjadikannya senjata. Agama sekarang menjadi senjata untuk tampak pintar, tampak alim, mengalahkan lawan bicara, bahkan untuk mencari kedudukan dan kekayaan.
Dalam kondisi seperti inilah, generasi muda dewasa ini tumbuh mencari jati dirinya.
Dewan Juri dan Hadirin Rohimakumullah,
Bisakah kita membayangkan, alangkah bingungnya para pemuda menentukan figur yang seperti apa yang harus mereka contoh? Apakah mereka harus tetap jujur, meskipun ujung-ujung harus tersingkir? Atau memang benar adanya, pameo Jawa yang menyatakan “Jamane jaman edan, yen ora ngedan ora keduman.”Jamannya jaman edan, jaman penuh kegilaan, kalau kita tidak ikut dalam kegilaan itu, kita akan tersisihkan.
Tentu, kita dengan tegas menolaknya. Karena Rasulullah SAW diperintahkan oleh Allah untuk membimbing manusia agar berperilaku yang ahlakul karimah.
Innama  buitstu liuttamimma makarimal ahlak, “Sesungguhnya aku diutus oleh Allah untuk menyempurnakan akhlak manusia.
Kebobrokan akhlak bangsa ini, telah dengan tragis menghancurkan sendi-sendi kehidupan bangsa ini. Kehancuran ahklak pemuda bangsa ini akan melahirkan generasi yang lower quality, generasi yang mampu menjual dirinya sendiri, menjual tanah airnya, bahkan menjual aqidahnya. Marilah kita belajar dari sejarah hitam kaum Ad dan kaum Tsamud, dua bangsa besar yang sangat durhaka kepada Allah dan nabinya, yang kemudian dibinasakan Allah. Semua itu dapat menjadi pembelajaran bagi umat-umat setelahnya.
Dewan Hakim dan Hadirin Rahimakumullah,
Untuk melahirkan generasi penerus yang berkualitas dan berahlakul karimah, harus dilakukan melalui ikhtiyar lahir dan batin. Ikhtiyar lahir dapat dilakukan dengan cara memberikan makanan, tempat tinggal, fasilitas pendidikan yang memadai pada anak keturunan kita. Berikutnya adalah ikhtiyar batin. Ikhtiyar batin harus dimulai sejak kita memilih jodoh, calon bapak atau ibu anak-anak kita nanti. Dalam memilih jodoh hendaknya kita berpegangan kepada ajaran Nabi Muhammad SAW dengan melihat 4 kriteria, yaitu wajahnya, keturunannya, kekayaannya, dan agama atau ahlaknya. Namun, bila kita tidak dapat menemukan jodoh yang sempurna ke empat-empatnya, maka jadikanlah agama, ahlak sebagai syarat yang utama.  Setelah menikah, ikhtiyar batin yang harus dilakukan adalah berdoa. Tidak lagi berdoa untuk diri sendiri seperti pada masa masih lajang, tetapi sudah bertambah untuk istri atau suami, anak-anak, dan calon keturunan kita nantinya. Doa ini secara tersurat difirmankan Allah dalam Al Quran surat Al Furqoon ayat 74 berikut ini.
Artinya,
Dan orang-orang yang berkata: `Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.
Dewan Hakim dan Hadirin Rahimakumullah,
Orang-orang yang bermunajat dan memohon kepada Allah agar dikaruniai istri atau suami, anak-anak dan keturunann yang benar-benar menyenangkan hati dan menyejukkan perasaan mereka termasuk dalam golongan orang-orang yang saleh dan bertakwa. Mereka termasuk dalam golongan yang diselamatkan Allah dari neraka jahanam seperti dijelaskan dalam surat Al Furqoon ayat 69. Doa orang tua yang saleh dan bertakwa ini didasarkan oleh keinginan agar penduduk dunia ini dipenuhi oleh orang-orang yang beriman dan bertakwa dan agar anak cucu mereka melanjutkan perjuangannya menegakkan keadilan dan kebenaran.
Dari Al Quran kita juga dapat belajar bagaimana menjadi pemuda yang dicintai Allah dari kisah Ashabul Kahfi, yaitu 7 orang pemuda dan seekor anjing yang bersembunyi untuk menyelamatkan aqidah. Mereka bersembunyi  dari Raja Daqyanus yang lalim. Daqyanus seorang penyembah berhala yang menangkap, menyiksa, dan membunuh orang-orang yang beriman. Demi menyelamatkan aqidahnya, para pemuda ini bersembunyi di gua. Allah kemudian membuat mereka tertidur selama 309 tahun dan membangunkan mereka kembali ketika pemerintahan sudah berubah aman.
Adapun sifat-sifat ashabul kahfi yang layak kita teladani adalah (a)  menegakkan shalat lima waktu. Sebab shalat akan mencegah kita dari perbuatan keji dan munkar. Innasholata tanha anil fahsa’i wal munkar. (b) selalu menyeru pada al-haq,  berani menyuarakan kebenaran, (c) mencintai Allah dan Rasul-Nya dengan selalu menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah SAW, (d)   saling melindungi sesama muslim, dalam artian menjaga kerukunan, perdamaian, dan persatuan dalam ukhuwah islamiyah, dan (e) rela mengorbankan diri dan hartanya untuk kepentingan, untuk jihad fi sabilillah.
Demikianlah yang dapat saya sampaikan kepada para hadirin, khususnya  generasi muda. Marilah bersama-sama kita bertekad menjadi generasi Robbani, generasi islam yang berkualitas dan berahlakul karimah. Generasi yang siap memegang amanah, meneruskan perjuangan para pahlawan yaitu mewujudkan bangsa Indonesia yang adil sejahtera. Baldatun thoyyibatun wa Robbul ghofur.
Akhirnya, semoga bermanfaat dan menginspirasi.
Usiikum binafsi, bitaqwallah.
Wassalamu alaikum Wr Wb.
Baca Selengkapnya → Contoh Pidato Membangun Generasi Muda Islami

Contoh Pidato tentang Indahnya Ilmu

 Berikut Contoh Pidato tentang Ilmu, - Kumpulan Contoh Pidato Lengkap

Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum wr.wb.,

 اَلْحَمْدُ ِللهِ الْمَلِكِ الْحَقِّ الْمُبِيْنِ، الَّذِي حَبَانَا بِالْإِيْمَانِ واليقينِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد،ٍ خَاتَمِ الأَنْبِيَاءِ وَالمُرْسَلِين، وَعَلَى آلِهِ الطَّيِّبِيِن، وَأَصْحَابِهِ الأَخْيَارِ أَجْمَعِين، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Swt. Karena atas berkat rahmat, taufik, hidayah, dan kesehatan-Nyalah, kita dapat berkumpul di tempat yang sederhana namun sangatlah bermanfaat ini.
Tak henti-hentinya pula kita kirimkan shalawat dan salam terhangat bagi Rasulullah Saw. Karena ianya pula kita semua dapat keluar dari alam yang gelap, kelam, hitam, dan pekat, menuju alam yang indah, terang benderang, nan menawan.
Teman-temanku saya banggakan, tahukah kamu apa senjata yang paling ampuh untuk manaklukkan dunia? Dan apa pula kendaraan yang menawan tuk bertamasyah ke akhirat? Ya, ilmulah itu.
Dalam KBBI, ilmu adalah pengetahuan yang diperoleh melalui metode ilmiah. Dengan serangkain percobaan maka pengetahuan pun dipatenkan menjadi ilmu pengetahuan.
Contohnya begini, kita semua tahu bahwa air jika mendidih pastilah panas. Ini yang disebut pengetahuan. Namun, untuk mengetahui seberapa panas suhu air ketika mendidih, kita melakukan penelitian, maka didapatilah air mendidih pada suhu 100° C. inilah yang disebut ilmu pengetahuan.
Ilmu senantiasa tumbuh dan berkembang, ilmu itu haruslah berguna dan dapat dipraktekkan untuk kehidupan sehari-hari, serta ilmu tersebut untuk kesejahteraan umat manusia.
Dalam islam, Al quran dan sunnah, merupakan sandaran paling hakiki dari semua ilmu pengetahuan. Tidak saja menjadi sandaran dan sumber, tapi sekaligus menjadi perintah dan orientasi kehidupan.
Teman-teman, Imam syafi’I suatu ketika menggubah syair. Sebuah syair tentang para pencari ilmu dan syarat-syarat memperoleh ilmu. Kata Iman Syafi’I, tidaklah mungkin ilmu didapat, kecuali dengan enam syarat. Enam syarat itu ialah dzaka, hirsh, ishtibar, bulghah, irsyadu ustadzin, dan zaman.
Bagaimanapun, seorang pencari ilmu, kata Iman Syafi’I, harus memiliki kecerdasan, dzaka. Dzaka adalah syarat yang tak bisa ditawar. Begitu pula hirz, seorang pencari ilmu harus pula memiliki semangat yang tinggi untuk belajar. Tanpa semangat, seorang pencari ilmu hanya akan tenggelam dalam cita-cita palsunya yang tak pernah selesai dibangun. Kecerdasan dan semangat saja, tak cukup untuk mendapatkan ilmu yang sempurna. Para pencari ilmu harus membekali diri mereka dengan ishtibarin, kesabaran yang luas layaknya samudera. Karena semangat tanpa kesabaran hanya akan membuat pencari ilmu muda terjerembab pada keputusasaan.
Selanjutnya, Imam Syafi’i juga mensyaratkan bhulghatin, modal. Jer bersuki mawa bea, setiap kesuksesan selalu meminta biaya, kata orang Jawa demikian. kemajuan ilmu pengetahuan pengetahuan, memang bukan tiba-tiba jatuh dari langit. Semua usaha dikerahkan, termasuk dana dalam pencarian, penelitian, dan sekian banyak percobaan. Dan, unsur paling penting dalam syarat Imam Syafi’I adalah irsyadul ustadzin, guru yang membimbing. Ilmu memang bisa dicari tanpa guru. Ilmu pun bisa didapat tanpa ustadz. Tapi guru dan pembimbing, tak akan pernah bisa tersingkir. Sebab, ilmu bukan hanya soal matematika atau bahasa Indonesia, tapi juga soal transfer akhlak, moral, dan akidah. Dan terakhir kata Imam Syafi’I, dalam ilmu pengetahuan, tak satu hal pun bersifat instan. Ilmu selalu membutuhkan thulu zaman, perjalanan waktu. Tak ada ilmu untuk orang-orang yang berpikir instan dan menghendaki hasil seperti mata yang dikedipkan. Tak ada ruang untuk orang-orang yang ingin hasil secepat kilat.
Cukuplah enam syarat seperti yang dicatat oleh Imam Syafi’i. Janganlah berkurang, meski satu saja darinya. Sebab semuanya mempunyai kaitan yang sangat erat.
Teman-teman sekalian yang saya cintai, tujuan ilmu sama sekali bukan hanya tentang kenikmatan intelektual. Tujuan ilmu, bukan pula mencari puncak pencapaian. Tapi, untuk memperbaiki kualitas hidup, amal, dan menjernihkan pandangan, serta arah kehidupan.
Ilmu pun, bukan pula kebenaran yang bersifat mutlak, tak berubah, apalagi kekal. Kebenaran ilmu pengetahuan jauh di bawah kenenaran hakikat, kalamullah, firman Allah.
Dan Ibrahim a.s. telah membuktikannya. Secara ilmu, tentu api terasa panas, tidak dingin. Tapi ketika Allah azza wa jalla menghendaki, apapun bisa terjadi.
Orang-orang yang mengejar ilmu untuk ilmu, ilmu untuk kepuasan berpikir, dan ilmu untuk menjadi gagah dan bangga, seperti berjalan dalam labirin pekat yang membuat sesak. Sikap kita pada ilmu, tentu akan menentukan segalanya. Dan sebaik-baiknya sikap, tentu saja sikap yang mampu mengubah ilmu menjadi kekuatan yang menyelamatkan.
Dan akhir dari semua usaha, tentu dengan tengadah tangan dan berlapang dada, memanjat doa. Semoga Allah, dengan ilmu yang kita dapat, memberikan kesempatan seluas-luasnya, sehingga kita bermanfaat bagi umat. Dan memetik kemenangan, di dunia pun di akhirat. Semoga Allah meringankan langkah para pencari ilmu dan meridhainya dengan cahaya di jalan yang benderang.
Dan semoga apa yang saya bawakan ini, sangatlah bermanfaat bagi kita semua khususnya bagi saya pribadi. Akhir kata, subehanaka allahumma wabiahamdik ashaduallailaha anta astagfiruka waatub ilaik, wassalamualaikum wr.wb.
Baca Selengkapnya → Contoh Pidato tentang Indahnya Ilmu

Minggu, 20 Juli 2014

Pidato tentang Bahaya Merokok

Berikut Contoh Pidato tentang Merokok, - Kumpulan Contoh Pidato Lengkap

Assalamu'alaikum. Wr. Wb
Yang Terhormat…
Juga para hadirin yang saya…
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada panitia acara … dalam rangka menyambut hari tanpa tembakau sedunia yang jatuh pada tanggal 31 mei setiap tahunya, yang telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk menyampaikan pidato singkat ini dalam rangka mewujudkan hari bebas rokok ini menjadi benar-benar bisa menjadi hari yang terbebas dari asap rokok selamanya.

Rekan-rekan sekalian yang saya hormati,
Bukan menjadi rahasia umum lagi dan tidak harus dupungkiri lagi kalau dikalangan para perokok sebetulnya udah mengetahui ataupu merasakan dampaknya dari bahaya merokok tersebut, namun mereka seolah menutup mata dengan bermacam alasan, Padahal, asap rokok secara ilmiah sudah terbukti menyebabkan setidaknya 25 jenis penyakit. Artinya, saat berbagai negara — termasuk negara berkembang — memperketat peraturan soal rokok untuk melindungi kesehatan rakyatnya, namun Indonesia justru menjadi surga bagi industri rokok.

Rekan-rekan sekalian yang saya hormati,
Meskipun udah banyak perda-perda yang dikeluarkan dan udah banyak peraturan dan larangan yang telah diberlakukan, misalnya “Larangan Merokok Ditempat Umum”, tapi tidak sedikit pula atau banyak para perokok tidak mentaati peraturan yang telah berlaku tersebut, oleh karena itu, kita sebagai warga negara yang baik dan juga peduli akan kesehatan, marilah kita wujudkan hidup sehat tanpa asap rokok diawali dari diri kita sendiri.

Rekan-rekan sekalian yang saya Hormati,
Berbicara soal dampak yang diakibatkan dari asap rokok yang terhirup oleh orang-orang disekitar kita, marilah kita lihat hasil penelitian yang dilakukan oleh EPA… Nasib kaum ibu bersuamikan perokok agaknya tak berbeda jauh dengan anak-anak yang memiliki keluarga perokok. Penelitian yang dilakukan EPA menghasilkan kesimpulan bahwa dari 30 wanita, 24 di antaranya berisiko tinggi terserang kanker paru-paru bila suaminya perokok. Oleh karena itu, bila kita sayang dengan orang-orang yang ada disekitar kita, dengan kesadaran sendiri, marilah kita buat peraturan-peraturan yang kita buat sendiri untuk diri kita sendiri dan untuk orang-orang yang berada disekitar kita agar terbebas dari dampak yang diakibatkan oleh diri kita sendiri.

rekan-rekan sekalian yang saya hormati.
Salah satu proses yang memang belum berdampak pada penampilan fisik perokok adalah gangguan pada sistem sirkulasi darah, yang akhirnya memicu penyakit jantung. hal ini disebabkan karena di dala rokok terdapat beberapa bahan kimia yang ada dalam rokok. Di antaranya, acrolein, merupakan zat cair yang tidak berwarna, seperti aldehyde. Zat ini sedikit banyaknya mengandung kadar alkohol. Artinya, acrolein ini adalah alkohol yang cairannya telah diambil. Cairan ini sangat mengganggu kesehatan.

Rekan-rekan sekalian yang saya hormati
Karena waktu yang sangat terbatas, saya ucapkan terima kasih kepada panita yang telah memberikan waktu kepada saya untuk menyampaikan pidato singkat ini. Mudah-mudahan dihari bebas tembakau sedunia ini, kita akan lebih menyayangi diri kita sendiri dengan dimulai dari menyehatkan diri sendiri.

Semoga uraian ini bermanfaat. Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan.
Wassalamu alaikum wr. wb.
Baca Selengkapnya → Pidato tentang Bahaya Merokok